Kepada seluruh muslimin dan muslimat yang tidak jemu-jemu menyumbang wang ringgit, tenaga dan fikiran dalam membantu usaha dakwah di pendalaman Sabah, saya bagi pihak Dusun Islam Sabah merakamkan ucapan terima kasih kepada anda semua, khususnya Perdana Menteri Malaysia YAB Datuk Seri Abdullah Hj. Ahmad Badawi, YB. Datuk Taufik Hj. Abu Bakar Titingan, YB. Hj. Arifin Arif, YB. Datuk Sairin Karno, YB. Datuk Masidi Manjun, YB. Datuk Bung Moktar Radin, Jailani Hamdan, serta Kerajaan Persekutuan juga Negeri . Tidak lupa juga kepada para pendakwah yang kami bawa ke Sabah ; Ustaz Abdul Halim Hj. Abbas, Habib Rezieq Sihab beserta rombongan, ustaz Razak Bakar, Habib Ali, Ustaz Yusuf Din, Dr. Ismail, saudara Bilal dan saudara Nazrey Johani. Juga kepada penggiat dakwah di Sabah yang sentiasa bersama kami;Ustaz Hanzalah al-Hafiz, Ustaz Ridhwan Baharun, saudara Asree Moro, Pn. Rosnani Untol, saudara Imran Hj. Ibrahim, Saudara Azman( Tawau) dan saudara Azman ( Lahad Datu), saudara Hasrul Abdullah, saudara Muslim Abdullah, Hj. Safrin Karim, saudara Wahid Karim dan ramai lagi orang perseorangan yang tidak dapat disebut nama-nama mereka dalam perutusan Hari Raya Aidil Adha 2008 ini. Terima kasih atas sumbangan buku-buku Panduan Solat, buku Iqra, al-Quran, kain telekung, kain sarung, sejadah, CD Fardu Ain, pakej penghantaran menunaikan ibadah umrah, baju-baju terpakai dan sebagainya. Kesemuanya telahpun kami sampaikan kepada mereka yang berhak menerimanya di pelusuk-pelusuk kampung di pendalaman Sabah. Akhir sekali, kami percaya bahawa Islam tercinta ini hanya akan tertegak bila empat golongan ini bersatu; 1. Pemimpin yang adil 2. Ilmu para ulamak 3. Pemurahnya orang kaya 4. Doa orang fakir ( Ya ... Allah dengan limpahan rahmat-Mu kami pohon agar mereka yang terlibat dalam usaha dakwah di bumi-Mu ini khususnya di Negeri Sabah, dikurniakan rahmat keampunan-Mu . Amin ya Allah. )

Pengikut

"وَأَلَّوِ ٱسْتَقَمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَهُم مَّآءً غَدَقًۭا
Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak)." (QS. AL JIN:16)

Sabtu, 06 Juni 2009

Dakwah dalam Diri Kita...


SMS - Islam itu cara hidup. Boleh ditegakkan di mana sahaja. Tunjangnya adalah keimanan. Tinggi rendah keimanan seseorang itu boleh dilihat atas perbuatan serta sikapnya.Islam tidak pernah mengajar umatnya berbuat kejahatan. Namun, kebelakangan ini, kita lihat ramai umat Islam sudah tidak mahu beramal dengan ajaran Islam dan akhirnya menjadi buta. Contoh paling jelas, solat. Solat ibadah yang diumpamakan sebagai tiang agama sudah terlalu sedikit umat Islam yang menunaikannya. Usahkan manusia yang tidak berlatarbelakangkan agama, bahkan orang agama sendiri pun sudah tidak mengendahkan solat 5 waktu...Ukurlah sendiri, di mana diri kita...

Tak banyak pesepak bola Muslim yang mau menunjukkan identitas keislamannya di lapangan hijau. Pengecualian itu tak berlaku buat Frederic Kanoute. Penyerang klub sepakbola asal Spanyol, Sevilla bangga menjadi seorang Muslim, dan itu ia tunjukan dengan jelas dalam aksi, sikap hidup, atau selebrasinya.

Hidup di Barat, dan bergelut dengan budaya serta kebiasaan yang banyak bertentangan dengan prinsip hidup seorang Muslim, memang berat. Apalagi di dunia sepak bola, satu bidang olahraga yang paling popular di Eropa dan sangat memberi ruang pada kebebasan duniawi. Bahkan cenderung membuat orang lupa akan nilai-nilai agama. Kalaupun ada, untuk insan pesepak bola Muslim, diharuskan berhati-hati. Bukan rahasia lagi, sentimen agama masih keras dirasakan, selain juga anti-Islam yang banyak didengungkan oleh banyak pihak.

Kita tentu mengenal beberapa nama terkenal yang menghiasi dunia bola internasional. Misalnya saja, Zinedine Zidane. Jika Anda pergi ke tanah Arab dan berjumpa dengan seorang penggila bola di sana, maka jangan heran jika Zidane dianggap dewa, dikagumi sedemikian rupa. Alasannya? “Zidane seorang Muslim!”. Tapi apa daya, jarang sekali, bahkan mungkin kita tidak pernah melihat Zidane menunjukan sikapnya yang Muslim itu sendiri. Jika merayakan gol, Zidane biasa saja. Berita-berita tentang keseharian Zidane yang menunjukan kebiasaan Muslimnya, amatlah minim. Terus, kedua anak Zidane pun diberi nama Enzo dan Luca, dua nama yang sama sekali tidak mencirikan identitas Islam.


Zidane hanya satu contoh. Di Jerman, ada Franck Ribery yang juga Muslim namun—maaf—masih ikut menenggak bir ketika Bayern Muenchen juara liga. Di Premier League, Nicolas Anelka sering meletakan dua tangannya usai mencetak gol sebagai tanda syukur yang menunjukan ia seorang Muslim. Namun, media Inggris juga ramai memberitakan kehidupan bebasnya. Wallohu alam.

Namun, berbeda dengan Frederic Kanoute. Di dalam dan luar lapangan, ia adalah Muslim sejati. Siapa Kanoute?

Karir Sepakbola Kanoute

Kanoute terlahir dengan nama Frederic Oumer Kanoute di Sainte-Foy-lès-Lyon, 2 September 1977. Walaupun lahir di Prancis, tetapi Kanoute lebih dekat dengan Negara asal kedua orang tuanya, Mali. Ini dikarenakan ikatan Muslim yang melekat dalam dirinya.

Karir sepakbolanya dimulai di klub Prancis, Lyon. Ia memulai di usia yang cukup belia yaitu 18 tahun. Tahun 2000, Kanoute direkrut oleh salah satu klub Liga Inggris, West Ham United. Di klub ini, ia main sebanyak 84 kali dan menghasilkan 29 gol. Jumlah yang cukup banyak untuk ukuran pendatang baru saat itu. Karena aksinya itu, Kanoute diminati klub yang lebih besar. Pada tahun 2002, ia pun hijrah ke Tottenham Hotspur. Di Spurs, Kanoute hanya bertahan dua musim dengan torehan gol sebanyak 21. Namun karir cemerlang Kanoute sebenarnya semakin nampak ketika ia mulai bermain untuk Sevilla, klub Spanyol. Di klub ini, kecuali musim pertamanya dan musim 2008-2009, Kanoute selalu mencetak gol lebih dari 20 gol setiap musimnya. Jumlah yang hanya bisa diraih segelintir penyerang saja.

Keislaman Kanoute

Kanoute tak pernah sungkan dalam menunjukan identitas keislamannya, baik di luar lapangan ataupun di dalam lapangan. Di lapangan misalnya, setiap kali mencetak gol, ia tak pernah lupa merayakannya dengan cara-cara yang “berani”. Misalnya dengan bersujud dan atau gerak tangan seperti orang Islam yang telah berdoa.

Dalam kondisi apapun, Kanoute tetap menjalankan kewajibannya untuk shalat. Tak jarang ia shalat di kamar ganti dan disaksikan oleh rekan-rekannya. Awalnya ritual itu membuat heran sesama pemain yang memang notabene non-Islam, namun lama-kelamaan, hal itu menjadi pemandangan yang biasa. Bahkan rekan-rekannya di Sevilla memberikan toleransi yang besar kepada Kanoute untuk melaksanakan keyakinannya.


Sumber -Http://www.eramuslim.com/





1 komentar:

  1. mari secepatnya kita sadarkan diri kita masing2 dengan niat untuk merubah diri ke arah yg lebih baik.

    BalasHapus

'SUDAHKAH ANDA SOLAT '

Kepentingan Menjaga Solat Hadith :


Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya amal yang mula-mula sekali dihisab pada hari kiamat ialah sembahyang (solat) seseorang, jika sembahyangnya diterima maka sesungguhnya beruntunglah dan berjayalah ia, dan jika sembahyangnya tidak diterima maka kecewa dan rugilah ia. Sekiranya terkurang dari sembahyang fardhunya sesuatu, Allah berfirman:” Periksalah, adakah hamba-Ku itu mempunyai sembahyang-sembahyang sunat untuk dicukupkan dengannya apa yang terkurang dari sembahyang fardunya?” Demikianlah keadaan amal-amalnya yang lain. ”

Riwayat at-Tirmidzi